Tentang Sebuah Kisah….

“Pertemuan, Perkenalan, Pertemanan, Persahabatan, Percintaan….

Suka, Duka, Tawa, Air Mata, Bahagia, Sedih, Haru….

Impian, Harapan, Masa Depan, Angan, Asa…

Perpisahan… Luka.. Rindu Dendam…”

Kala dua insan sedang berbahagia, terbuai dalam mahligai cinta, terangkai dalam kisah kasih, menenun asa.

Rasa cinta menyelimuti relung hati, kata-kata indah begitu mudah terucap.

Dia semaikan warna-warni cinta. Sungguh, aku sedang jatuh cinta padanya,

Hanyut dalam asmara membara.

Andai waktu dapat membeku dan tak berlalu, ‘kan kuhentikan detiknya,

‘Tuk nikmati degup detak, jantungku dan jantungnya,

Tatapan mata sedalam lautan, cintaku dan cintanya,

Telah menyatu, hatiku dan hatinya,

Takkan terpisah, genggaman tanganku dan tangannya,

Terbawa hingga ke ujung mimpi, terpaut bibirku dan bibirnya.

“I Love You, Sayang…” berbisik lembut di telingaku, getarkan jiwa,

Merasuk, mengalir ke aliran darahku.

Tidak, aku tak hidup di negeri dongeng, karena kisahku tak berakhir bahagia…

Rasa tergores, goresan dalam, melukiskan kesedihan

Luka, derai air mata, pedih, perih…

Gelak tawa, pelukan hangat, kata cinta, lenyap…

Terbawa derasnya ombak, menjadi cerita singkat, tentangku dan tentangnya…

Bagian terindah telah pergi,

Hanya ‘kan jadi kenangan yang pernah singgah.

‘Ku tutup mata, semoga ini bukan realita, hanya dalam mimpi,

Berharap segera terbangun, melewati malam kelam.

Inilah akhir sebuah kisah…tentangku dan tentangnya…

*dedicated to 221281.. sebuah kisah klasik…*

6 responses to this post.

  1. Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.

    Reply

  2. Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan.~ Mahatma Ghandi

    Reply

    • Jika kita mencintai seseorang, kita akan sentiasa mendoakannya walaupun dia tidak berada disisi kita.

      Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.

      Reply

      • @get-up : terkadang kita harus melepaskan orang yang kita cintai agar dia bisa bahagia dengan orang lain. Kita bahagia melihat kebahagiaannya. do you believe in that kind of love? doa yang setiap hari kita kirimkan untuknya, juga wujud dari rasa cinta kita padanya, meski dia tidak mengetahuinya. maju terus pantang mundur!

    • Genta bukanlah genta sebelum dibunyikan … Cinta bukanlah cinta sebelum dipersembahkan! (Oscar Hammerstein) tapi cinta sejati hanya dipersembahkan untuk TUHAN. the One and Only. thanks anyway mas Budi :)

      Reply

    • Genta bukanlah genta sebelum dibunyikan … Cinta bukanlah cinta sebelum dipersembahkan! (Oscar Hammerstein) tapi cinta sejati hanya dipersembahkan untuk TUHAN. the One and Only. thanks anyway mas Budi :)

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.